Minggu, 14 Agustus 2011

Islam di Spanyol


Spanyol. Negara Sepakbola yang liganya banyak digemari, bahkan termasuk salah satu negara-negara Eropa penghasil bintang sepak bola. Namun tak disangka, dulunya spanyol termasuk wilayah Islam. Bahkan dulunya pernah menjadi pusat peradaban ilmu pengetahuan dan kebudayaan duniaMasuknya islam di spanyol, pada zaman khalifah Al-Walid (705-715 M), khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. 


Dalam proses penaklukan Spanyol ini terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa yaitu Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair.Tharif ibn Malik merupakan panglima muslim yang merintis dan sebagai penyelidik penaklukan wilayah spanyol, ia menyeberangi selat yang berada di antara Maroko dan benua Eropa. Dalam penyerbuan itu Tharif tidak mendapat perlawanan yang berarti.Tariq bin Ziyad lebih banyak dikenal sebagai penakluk Spanyol karena pasukannya lebih besar dan hasilnya lebih nyata. Pasukan ini kemudian menyeberangi selat di bawah pimpinan Tariq bin Ziyad, menguasai gunung Gibraltar (Jabal Tariq), kemudian di daerah ini membuat pertahanan serta tempat menyiapkan pasukan untuk memulai penaklukan. 





Dalam pertempuran yang dikenal dengan Pertempuran Guadalete, Raja Roderic dapat dikalahkan. Dari situ Thariq bin Ziyad dan pasukannya terus menaklukkan kota-kota penting, seperti Cordova, Granada dan Toledo (ibu kota Visigoth saat itu).Sedangkan Musa bin Nushair membantu Tariq bin Ziyad dengan suatu pasukan yang besar, menaklukkan Sidonia, Karmona, Seville, dan Merida serta mengalahkan penguasa kerajaan Goth lainnya, Theodomir di Orihuela. Kemudian bergabung dengan Tariq bin Ziyad di Toledo. Keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya, mulai dari Saragosa sampai Navarre.Kemenangan yang telah dicapai di Spanyol mengukir sejarah baru Islam di Eropa, Karena Spanyol merupakan pintu gerbang masuk ke Eropa. Untuk selanjutnya dapat menyampaikan dakwah Islamiyah keseluruh benua Eropa dengan mudah. 

Penaklukan yang dilakukan oleh Thariq Ibnu ziyad inilah merupakan asal-usul Islam di Spanyol.Gelombang kedua terbesar dari penyerbuan kaum Muslimin, dimulai pada permulaan abad ke-8 M, menjangkau seluruh Spanyol dan melebar jauh menjangkau Perancis Tengah dan bagian-bagian penting dari Italia. Kemenangan-kemenangan yang dicapai umat Islam nampak begitu mudah. Pada masa penaklukan Spanyol oleh orang-orang Islam, kondisi sosial, politik, dan ekonomi negeri ini berada dalam keadaan menyedihkan. Secara politik, wilayah Spanyol terkoyak-koyak dan terbagi-bagi ke dalam beberapa negeri kecil.Setelah spanyol dikuasai islam, ternyata perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan sangat berkembang dengan pesat. Islam di Spanyol telah mencatat satu lembaran budaya yang sangat brilian dalam bentangan sejarah Islam. Ia berperan sebagai jembatan penyeberangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani-Arab ke Eropa pada abad ke-12. Bahkan boleh dikatakan seluruh perkembangan ilmu pengetahuan di masyarakat intelek Islam Spanyol mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan di dunia barat, terutama setelah memasuki abad pertengahan.

Bagian akhir abad ke-12 M menjadi saksi munculnya seorang pengikut Aristoteles yang terbesar di gelanggang filsafat dalam Islam, yaitu Rusyd dari Cordova. Pada abad ke 12 diterjemahkan buku Al-Qanun karya Ibnu Sina (Avicenne) mengenai kedokteran. Diahir abad ke-13 diterjemahkan pula buku Al-Hawi karya Razi yang lebih luas dan lebih tebal dari Al-Qanun.Abbas ibn Fama termasyhur dalam ilmu kimia dan astronomi. Ia orang yang pertama kali menemukan pembuatan kaca dari batu. Ibrahim ibn Yahya al-Naqqash terkenal dalam ilmu astronomi. Ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan menentukan berapa lamanya. Ia juga berhasil membuat teropong modern yang dapat menentukan jarak antara tata surya dan bintang-bintang. Ahad ibn Ibas dari Cordova adalah ahli dalam bidang obat-obatan. 

Umi al-Hasan bint Abi Ja’far dan saudara perempuan al-Hafidzh adalah dua orang ahli kedokteran dari kalangan wanita.Tahap selanjutnya, adalah tahap-tahap kecurigaan ketakutan yang luar biasa dan secara diam-diam kecemburuan dan kekaguman terhadap Islam, masyarakat Eropa akhirnya berhasil mentransfer metodologi ilmiah intelek masyarakat Islam. Ironisnya masyarakat Islam justru terpuruk dalam fase Jumud: fase kemunduran. Metode eksperimen, eksplorasi, opservasi, yang pada awalnya dipakai setiap kajian ilmiah, berubah menjadi metode pengulangan pendapat para guru, yang belakangan diketahui bahwa metode tersebut dipakai oleh sedikit masyarakat terpelajar abad pertengahan di Eropa sebelum datangnya Islam.

Dari sini kemunduran dan kehancuran Islam di Spanyol dimulai. konflik Islam dengan Kristen, tidak adanya Ideologi pemersatu, kesulitan ekonomi, tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan keterpencilan. Terjadi beberapa peristiwa dan pemberontakan dan keharusan yang dilakukan oleh golongan-golongan tertentu yang merasa tidak puas, tidak senang, dan cemburu terhadap khalifah yang berkuasa.Orang-orang Kristen rupanya tahu tentang keadaan umat Islam yang sudah oyong itu. Oleh karena itu, pangeran-pangeran Kristen di Utara memperkuat posisi mereka untuk memerangi kaum Muslimin yang telah berpecah belah. 

Orang-orang Kristen yang semula pada abad ke-10 membayar upeti kepada orang Islam, tetapi menjelang pertengahan abad ke-II mereka dengan leluasa menuntut pembayaran upeti dari beberapa penguasa kecil Islam.Bersatunya dua kerajaan Kristen, Lean dan Castille pada tahun 1230 M, telah meningkatkan usaha perebutan kekuasaan terhadap kekuasaan Islam di Spanyol semakin efektif. Tahun 1236 M. Cordova dapat direbut, dan tahun 1248 M. Seville jatuh pula ke tangan orang-orang Kristen. Pada waktu yang bersamaan tentara Castille semakin kuat, dan satu persatu kota-kota kekuasaan Islam dapat dikuasainya. Kota Malaga pun jatuh satu tahun kemudian.Sampai pada akhirnya Islam terusir dari negeri Spanyol dengan meninggalkan sisa-sisa ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang berpengaruh pada peradaban barat



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen Dulu Gan^^